pagiku...
Labels: hhmm..., intermezo, little live stories, me, my stories
Labels: hhmm..., intermezo, little live stories, me, my stories
"pilihan kitalah, Harry, yang menunjukkan orang seperti apa sebenarnya kita, lebih dari kemampuan kita" - Dombledore's words in Harry Potter #2 -
Labels: inspiration, little live stories, live stories, me, my stories
enam tahun yang lalu,
saat kau duduk di sana,
tahukah kau bahwa saat itu aku telah mengenalmu...
tak ada seorang pun yang memberitahuku tentangmu...
hanya insting, dan sedikit naluri kecil dalam hatiku...
enam tahun yang lalu,
saat tak satupun dari kita saling menyapa,
tahukah kau bahwa saat itu kau telah berbicara padaku,
walaupun hanya beberapa kata dan tak begitu penting...
enam tahun yang lalu,
saat kau benar-benar tak pernah tahu siapa aku,
tahukah kau bahwa saat itu kau pernah memanggilku...
meskipun hanya sekali dan untuk terakhir kalinya...
itu kisah enam tahun yang lalu,
saat tak pernah sekalipun dari kita benar-benar bertegur sapa...
itu cerita enam tahun yang lalu, saat hanya aku yang mengenalmu...
itu kenangan enam tahun yang lalu,
saat tak sedikitpun kenangan tentangku tersimpan di sudut kecil memori otakmu...
ya... itu kisah enam tahun yang lalu...
dan sekarang, saat enam tahun telah berlalu...
ini kisah sekarang...
kau dan aku masih sama...
sama-sama tak pernah bertegur sapa...
sama-sama tak pernah saling berkenalan...
sama-sama asing satu sama lain...
ini cerita sekarang...
saat kau sekarang berada di tempat yang berbeda denganku...
saat kau dan aku dibatasi oleh samudera dan para penjaga perbatasan negara...
saat kau dan aku masih tetap asing...
ini kenangan yang tengah terbangun...
kau dengan hidupmu yang baru,
dan aku masih dengan bayang-bayangmu yang dahulu...
kau dengan duniamu yang sekarang,
dan aku masih mengharapkan dunia lamaku kembali...
kau dengan sosok-sosok baru yang datang silih berganti,
dan aku masih menantikan satu sosok yang sama sejak enam tahun yang lalu...
ya... kita memang tak pernah sekali pun berkenalan...
ya... kita memang tak pernah sekalipun bertegur sapa...
ya... kita memang tak pernah berbincang-bincang hangat...
mungkin... kau bahkan tak mengenaliku...
mungkin... kau bahkan tak pernah ingat sedikit saja tentangku...
mungkin... kau benar-benar tak pernah tahu,
kalau aku, telah menjadi bayang-bayangmu sejak enam tahun yang lalu....
Labels: blog, heart, hhmm..., live stories, love story, me, my stories
Labels: blog, inspiration, live stories, me, my stories
Labels: blog, heart, hhmm..., love story, me, my stories, stupidity
Labels: besties, blog, family, hhmm..., live stories, me, my stories
Labels: blog, hhmm..., inspiration, intermezo, me, my stories, stupidity
picture taken and edited by Pratiwi Hamdhana A.M. ( hey... that's me :D )
model by Nur Fitriyani ( one of my besties )
7 years have passed
7 ramadhan has traveled
87 months have done
348 weeks I'm still here
2436 days I am waiting for
I'm confused ...
confused with what I feel ...
confused with myself ...
confused with the situation ...
confused by it all ...
What I want to ...
I just want to see him...
To make sure what I was feeling until so far like this...
What kind of feelings I experienced was ...
because I even didn't know what feeling it is...
I'm confused ...
in my confusion, I'm waiting ...
waiting for the right time ...
when the time will bring us to meet each other ...
bring us to meet each other in a place...
in a place that may never expected ...
and in conditions that are also not able to be interpreted ...
is there a little ...
just a little in your heart ...
to give me a chance ...
yaa ... just an opportunity ...
opportunity to know me more ...
opportunity to give a small room in the corner of your heart ...
is there?
7 years have passed
7 ramadhan has traveled
87 months have done
348 weeks I'm still here
2436 days I am waiting for
and until now, I would still like this ...
until the time comes to bring us to meet each other ...
at the time, I'll know my true feelings...
Labels: blog, heart, hhmm..., inspiration, love story, me, my stories
Ramadhan 1430H...
Ramadhan paling parah yang pernah gue jalani...
Ramadhan paling buruk yang pernah gue lakuin...
Ramadhan 1430H...
Bukannya tambah dekat dengan-Nya, gue justru semakin menjauh...
Jauh... Sangat Jauh...
Ramadhan 1430H...
Membuka Kitab Suci Al-Quran pun aku tak pernah....
Shalat wajib ku pun amat jauh dari kata sempurna...
Teraweh ku pun tak sampai 5 kali...
Yup, ini adalah Ramadhan paling parah yang gue jalani...
gue sadar kalau sedikit lagi gue melangkah ke arah yang salah, pasti predikat kufur bakalan gue sandang...
gue sadar gue bukan mahluk-Nya yang senantiasa menyembah-Nya...
gue sadar gue bukan manusia yang berpredikat alim...
semua itu karena gue masih mempertanyakan posisi gue sebagai insan di dunia ini...
bahkan, gue masih mempertanyakan kehadiran-Nya (ya... gue masih belum sepenuhnya yakin atas keyakinan gue sendiri...)
gue masih berada di grey area...
gue cuman butuh diyakinkan melalui sebuah penjelasan, bukan jawaban atas pertanyaan gue selama ini, pertanyaan tentang penciptaan sang Pencipta itu sendiri...
gue butuh seseorang atau sesuatu yang mampu ngejelasin ke gue kalau agama dan keyakinan yang selama ini gue pegang bukan sekedar agama dan keyakinan turunan, bukan karena sejak nenek buyut gue memeluk Islam, makanya gue pun lantas memeluk Islam, bukan itu...
Yang gue butuhin adalah keyakinan dan kejelasan kalau apa yang gue anut sekarang ini adalah benar-benar agama paling benar dalam dunia ini, sehingga gue ngga bakalan cuman jadi follower doang, ngelakuin perintah ini-itu sementara gue sendiri ngga yakin, gue pengen gue benar-benar ngelaksanain perintah-Nya karena gue tau dan yakin kalau Dia benar-benar THE ONLY ONE GOD in this world...
gue harap setelah gue nulis ini, sedikit demi sedikit kabut hitam yang nutupin mata hati gue mulai menghilang dan akhirnya keyakinan itu muncul dan gue ngga lagi berada di grey area, amiin...
semoga gue masih bisa menjumpai Ramadhan 1431 H, tahun depan...
dan semoga gue bakalan jauh jauh jauh lebih baik dari Ramadhan-Ramadhan sebelumnya, amiin...
sesak... sesak sekali...
rasanya aneh... saat namamu dan namanya disebut...
aku ingin marah...
aku ingin memaki...
aku ingin teriak...
tapi pada siapa....
kau miliknya, dia memilikimu...
dan aku? siapa aku?
aku cuman sosok tak terlihat untukmu...
sosok yang cuman kau datangi di saat dia tak melirikmu...
sosok yang cuman kau peduli di saat dia mengabaikanmu...
sosok yang selalu mendengarmu, mendengarmu bercerita tentang dirinya...
sakit... sakit sekali...
rasanya ingin menangis, tapi terlalu konyol bagiku...
aku bukan sosok yang cengeng...
aku kuat...
lebih kuat dari yang kau kira...
tapi aku pun lemah...
selemah yang tak kau sangka...
kapan...
kapan kau akan benar-benar membuka mata...
dan melihat kalau di sini...
ada aku...
bukan dia... tapi aku... dan hanya aku...
Labels: blog, hhmm..., love story, me, my stories, stupidity, unimportant...
tadi sempat muter ulang pilem pertama yang gue buat "DI ANTARA KITA", and suddenly i felt so missing that badly....
rindu marah-marahin crew-crewnya yang juga temen-temen gue sendiri...
rindu kekompakannnya...
rindu keselnya karena susah ngatur pemain...
rindu begadang karena ngedit pilemnya...
rindu semuanya...
aku rindu suasana saat bikin pilem...
aku mau bikin pilem lagi... mau mau mau....
Labels: blog, hhmm..., intermezo, me, my stories, stupidity, unimportant...
image from : http://impactgroup.files.wordpress.com
suddenly remember a short story about "dawn and dusk"
so, i'll write about that in my point of view...
*oh ya, i was think about that when i was on public transportation which is in my town we called with "pete-pete" hehehe....
namaku fajar...
aku mencintai seseorang...
seseorang yang bahkan tak pernah kulihat...
namaku senja...
aku menyukai sosok itu...
sosok yang bayangannya pun tak kutahu seperti apa...
kata mereka...
sosok itu bercahaya...
sosok itu indah....
kata mereka...
sosok itu berwibawa...
sosok itu gagah....
awan berbisik padaku...
membawa kabar yang begitu menggembirakan...
namanya senja, nama yang indah...
akhirnya kutahu siapa dia...
walaupun hanya sebuah nama...
fajar, nama yang bagus bukan?
aku jatuh cinta...
cinta yang buta...
kepada senja...
aku jatuh cinta...
cinta yang buta...
kepada fajar...
aku fajar...
diriku mencari dirinya...
dia yang tak pernah bisa kutemui...
aku senja...
diriku hilang arah...
dalam pencarian akan dirinya...
aku menunggu senja....
berhari-hari...
bertahun-tahun...
aku lelah...
tak pernah kulihat sosok fajar di hadapanku...
aku menunggunya...
aku memohon kepada sang waktu...
agar mempertemukanku dengannya...
dengan senja yang kurindu...
sang waktu menolak permintaanku...
permintaan untuk melihat sosok fajar...
aku merana...
kapan...
mesti bagaimana lagi diri ini bertingkah...
agar senja mau melirikku...
kapan...
tak pernah sedikit pun fajar melintas di hadapku...
tak pernah...
menunggu itu melelahkan...
aku bahkan tak bisa menggapai sosoknya...
aku menginginkan senja...
letih aku menanti...
sekali saja kumemohon untuk melihatnya...
aku menginginkan fajar...
ada sosok lain yang hadir dalam hidupku...
namanya mentari...
ia selalu setia menungguku...
aku masih di sini...
setia menanti fajar...
tahukah ia bahwa aku menunggunya?
mentari begitu indah...
dan mungkin lebih indah dari senja...
dari senja yang tak pernah kulihat sosoknya...
sang waktu tetap menahanku...
sang waktu tetap kejam padaku...
aku ingin bertemu dengan cintaku...
perlahan tapi pasti...
ruang untuk senja mulai mengecil...
terganti oleh sosok mentari...
aku lelah...
aku letih..
aku merana...
akhirnya hanya setitik kecil di hati ini...
tempat untuk senja yang pernah kupuja...
jauh... jauh lebih besar telah kusediakan untuk mentari...
aku menangis...
aku meratap...
aku memohon...
akhirnya aku sadar...
sadar akan sebuah hukum di alam ini...
sadar bahwa aku, fajar, tak akan pernah bertemu dengannya, senja...
sang waktu menyadarkanku...
menyadarkan tentang sebuah hukum yang tak bisa kulanggar...
menyadarkan bahwa aku, senja, tak akan pernah bertemu dengannya, fajar...
karena fajar dan senja tak akan pernah bisa menyatu...
aku pernah dan mungkin masih menjadi senja...
aku pernah dan mungkin masih menyukai fajar...
aku pernah dan mungkin masih berharap melihat sosoknya...
aku pernah dan mungkin masih mengingingkannya...
aku pernah dan mungkin masih memujanya...
mampukah sang waktu menyadarkanku, seperti menyadarakan senja, bahwa diri ini memang tak akan bisa bersama sosok itu...
apakah di sana, sosok itu telah menemukan mentari-nya, seperti fajar menemukan mentari-nya...
mampukah aku bertahan dalam kebodohan penantian, seperti senja yang tetap setia menunggu fajar walau itu tak mungkin...
kuserahkan semuanya kepada sang waktu, seperti senja yang menggantung harapan pada sang waktu...
Labels: blog, inspiration, love story, me, my stories
Labels: blog, me, my stories
Labels: blog, hhmm..., me, my stories