07 November 2009

Kisah enam tahun yang lalu...

enam tahun yang lalu,

saat kau duduk di sana,

tahukah kau bahwa saat itu aku telah mengenalmu...

tak ada seorang pun yang memberitahuku tentangmu...

hanya insting, dan sedikit naluri kecil dalam hatiku...

enam tahun yang lalu,

saat tak satupun dari kita saling menyapa,

tahukah kau bahwa saat itu kau telah berbicara padaku,

walaupun hanya beberapa kata dan tak begitu penting...

enam tahun yang lalu,

saat kau benar-benar tak pernah tahu siapa aku,

tahukah kau bahwa saat itu kau pernah memanggilku...

meskipun hanya sekali dan untuk terakhir kalinya...

itu kisah enam tahun yang lalu,

saat tak pernah sekalipun dari kita benar-benar bertegur sapa...

itu cerita enam tahun yang lalu, saat hanya aku yang mengenalmu...

itu kenangan enam tahun yang lalu,

saat tak sedikitpun kenangan tentangku tersimpan di sudut kecil memori otakmu...

ya... itu kisah enam tahun yang lalu...

dan sekarang, saat enam tahun telah berlalu...

ini kisah sekarang...

kau dan aku masih sama...

sama-sama tak pernah bertegur sapa...

sama-sama tak pernah saling berkenalan...

sama-sama asing satu sama lain...

ini cerita sekarang...

saat kau sekarang berada di tempat yang berbeda denganku...

saat kau dan aku dibatasi oleh samudera dan para penjaga perbatasan negara...

saat kau dan aku masih tetap asing...

ini kenangan yang tengah terbangun...

kau dengan hidupmu yang baru,

dan aku masih dengan bayang-bayangmu yang dahulu...

kau dengan duniamu yang sekarang,

dan aku masih mengharapkan dunia lamaku kembali...

kau dengan sosok-sosok baru yang datang silih berganti,

dan aku masih menantikan satu sosok yang sama sejak enam tahun yang lalu...

ya... kita memang tak pernah sekali pun berkenalan...

ya... kita memang tak pernah sekalipun bertegur sapa...

ya... kita memang tak pernah berbincang-bincang hangat...

mungkin... kau bahkan tak mengenaliku...

mungkin... kau bahkan tak pernah ingat sedikit saja tentangku...

mungkin... kau benar-benar tak pernah tahu,

kalau aku, telah menjadi bayang-bayangmu sejak enam tahun yang lalu....

Labels: , , , , , ,

29 October 2009

yang terlewatkan...

DIA PULAAAAANG!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!..... Dia ada di Makassar sejak senin kemaren sampai rabu, dan gue ngga punya kesempatan sekalipun buat ketemu dia... BODOH BODOH BODOH BODOH BODOH!!!!! Cuman tiga hari yang singkat, dan lagi-lagi gue ngelewatinnya.... dan sekarang, dia udah balik ke negri orang.... huffhhtt!!!! semoga aja rencana besar gue bisa terwujud dan suatu saat nanti, giliran gue yang bakalan ngebuat kesempatan gue sendiri....

Labels: , , , , , ,

21 September 2009

Waiting For..

picture taken and edited by Pratiwi Hamdhana A.M. ( hey... that's me :D ) model by Nur Fitriyani ( one of my besties )

7 years have passed

7 ramadhan has traveled

87 months have done

348 weeks I'm still here

2436 days I am waiting for

I'm confused ...

confused with what I feel ...

confused with myself ...

confused with the situation ...

confused by it all ...

What I want to ...

I just want to see him...

To make sure what I was feeling until so far like this...

What kind of feelings I experienced was ...

because I even didn't know what feeling it is...

I'm confused ...

in my confusion, I'm waiting ...

waiting for the right time ...

when the time will bring us to meet each other ...

bring us to meet each other in a place...

in a place that may never expected ...

and in conditions that are also not able to be interpreted ...

is there a little ...

just a little in your heart ...

to give me a chance ...

yaa ... just an opportunity ...

opportunity to know me more ...

opportunity to give a small room in the corner of your heart ...

is there?

7 years have passed

7 ramadhan has traveled

87 months have done

348 weeks I'm still here

2436 days I am waiting for

and until now, I would still like this ...

until the time comes to bring us to meet each other ...

at the time, I'll know my true feelings...

Labels: , , , , , ,

19 September 2009

Ramadhan terburuk

Ramadhan 1430H...

Ramadhan paling parah yang pernah gue jalani...

Ramadhan paling buruk yang pernah gue lakuin...

Ramadhan 1430H...

Bukannya tambah dekat dengan-Nya, gue justru semakin menjauh...

Jauh... Sangat Jauh...

Ramadhan 1430H...

Membuka Kitab Suci Al-Quran pun aku tak pernah....

Shalat wajib ku pun amat jauh dari kata sempurna...

Teraweh ku pun tak sampai 5 kali...

Yup, ini adalah Ramadhan paling parah yang gue jalani...

gue sadar kalau sedikit lagi gue melangkah ke arah yang salah, pasti predikat kufur bakalan gue sandang...

gue sadar gue bukan mahluk-Nya yang senantiasa menyembah-Nya...

gue sadar gue bukan manusia yang berpredikat alim...

semua itu karena gue masih mempertanyakan posisi gue sebagai insan di dunia ini...

bahkan, gue masih mempertanyakan kehadiran-Nya (ya... gue masih belum sepenuhnya yakin atas keyakinan gue sendiri...)

gue masih berada di grey area...

gue cuman butuh diyakinkan melalui sebuah penjelasan, bukan jawaban atas pertanyaan gue selama ini, pertanyaan tentang penciptaan sang Pencipta itu sendiri...

gue butuh seseorang atau sesuatu yang mampu ngejelasin ke gue kalau agama dan keyakinan yang selama ini gue pegang bukan sekedar agama dan keyakinan turunan, bukan karena sejak nenek buyut gue memeluk Islam, makanya gue pun lantas memeluk Islam, bukan itu...

Yang gue butuhin adalah keyakinan dan kejelasan kalau apa yang gue anut sekarang ini adalah benar-benar agama paling benar dalam dunia ini, sehingga gue ngga bakalan cuman jadi follower doang, ngelakuin perintah ini-itu sementara gue sendiri ngga yakin, gue pengen gue benar-benar ngelaksanain perintah-Nya karena gue tau dan yakin kalau Dia benar-benar THE ONLY ONE GOD in this world...

gue harap setelah gue nulis ini, sedikit demi sedikit kabut hitam yang nutupin mata hati gue mulai menghilang dan akhirnya keyakinan itu muncul dan gue ngga lagi berada di grey area, amiin...

semoga gue masih bisa menjumpai Ramadhan 1431 H, tahun depan...

dan semoga gue bakalan jauh jauh jauh lebih baik dari Ramadhan-Ramadhan sebelumnya, amiin...

Labels: , , , , ,

quand l'amour demande sincérité

quand l'amour demande sincérité-ketika cinta menuntut keikhlasan
hhmm.... ini gue tulis pas lagi nonton PPT jilid 3 (awas aja kalau ada yg ngga tau apa itu PPT...) di episode terakhir, episode di mana Azzam harus memilih antara Kalila atau Aya (masih ngga tau juga siapa mereka? ke laut aja deh lo...)
Di episode sebelumnya gue sempat nonton, kalau si Aya ini ngeikhlasin Azzam menikah dengan Kalila, padahal dia sendiri udah susah payah ngebangun hubungannya dengan Azzam sejak bertahun-tahun lalu...
"Akan ada yang tersakiti kalau Aya harus menikah dengan Azzam, dan orang itu adalah orang yang Aya sayang..." kurang lebih sih gitu yang Aya bilang....
gue sendiri masih bodoh dalam hal cinta-mencinta... gue bahkan belum tau arti cinta sebenarnya... gue bahkan belum yakin apakah gue pernah dan mungkin sedang jatuh cinta... gue bahkan ragu cinta itu ada... (ini bakalan gue bahas di postingan yang lain-masih dalam pikiran soalnya)
di luar dari itu semua, apakah gue ngerti tentang cinta atau ngga, satu hal yang gue tau dan mungkin udah sering di dengar di telinga tiap orang kalo kita ngga selalu bisa ngedapetin apa yang kita mau.... begitu juga dalam hal perasaan...
saat kita dengan susah payah mempertahankan suatu hubungan (entah itu pacaran, tunangan, atau pernikahan sekalipun) kadangkala ternyata itu bukan jalan terbaik buat kita, mereka yang kita kira udah jadi takdir kita sampai akhir hayat ternyata justru hanya singgah sebentar, memberi warna dan akhirnya pergi... mencari kertas kosong lain yang butuh warna (mungkin)...
itulah makanya gue bukan penganut sistem pacaran (ini juga bakalan gue bahas di lain postingan...), gue cuman nyoba buat realistis... realistis kalau di setiap sudut di dunia ini memang tak ada yang benar-benar abadi, lantas kenapa harus mencintai begitu hebatnya untuk sesutu yang tak bergaransi seumur hidup untuk kita?!?!?!?

Labels: , , , , , , ,

Get Married 2

happy happy happy...

akhirnya bisa kumpul bareng lagi ma temen-temen SMA gue, ya... walaupun yg datang cuman 20-an orang... huhuhuu... hope next time will more than this...

rencana awal sih ngumpul di 21cineplex, tapi taulah anak-anak jaman sekarang... jamnya pada jam karet semua... hehehhe

nah akhirnya setelah semuanya datang, mulai dari gue sendiri, maudy, cheng-cheng, willa, dian, arip, padlii, randy, oktap, fakar, yudha, nenek (bukan nenek-nenek beneran loh, nama aslinya sih fitri... ) ama atik (yang makin gaya pulang dari semarang... anak kost-an elite loe tik, kagak ada tampang-tampang sengsaranya idup ala kost-kostan...) kita pun mutusin buat nonton Get Married 2...

sebenarnya sih gue pengen banget nonton pelem luar gitu... tapi yg ada malah pelem indonesia semua (bukannya gue ngga cinta pelem indonesia loh... cuman lagi ngebet aja nonton buatan hollywood...), nah gue pun (sebagai leader -alah.. hahaha-) bareng ma willa berjalan dengan indahnya ke mbak penjual tiket... dan beberapa menit kemudian 13 lembar tiket pun di tangan...

tapi karena masih jam 14.00 padahal pelemnya baru mulai jam 14.40, kita pun kembali bergosip (astagfirullah... ingat puasa nak... ) dan karen bergosip pula, kita TELAT masuk nonton...

huffffhhh...

tapi dikit doang sih telatnya...

awalnya sih gue pikir pelemnya kagak bakalan sebagus yg #1 soalnya cowo nya dah diganti, dari Richard Kevin (gue suka banget ma nih cowo... cuakeeepp euyy...) jadi Nino Fernandez (gue ngga suka banget ma nih cowo... gara-gara aktingnya di "Terowongan Casablanca" yg bikin gue il-feel), ternyata setelah nonton, ngakak abis, little touching, dan akhirnya gue putusin GET MARRIED #2 karya Oom gue Oom HANUNG BRAMANTYO (yang baru aja dapet istri baru, berarti gue dapet tante baru, hehehhe *ngarap mode on) BAGUS!!!! (better than #1)

ceritanya sih tentang 4 tahun setelah Maemunah (Nirina) dan Rendy (Richard Kevin became Nino Fernandez) menikah... nah dalam jangka waktu 4 tahun ntuh sahabat-sahabat Mae -Eman (Aming), Guntoro (Desta), Beni (Ringgo)- ternyata eh ternyata dah punya anak dari pernikahan mereka yang jauh lebih lambat dibandingin ama Mae...

karena ngiri ma temen-temennya, si Mae pun mulai kesel, belum lagi si Rendy yang super duper sibuk dengan kerjaannya, meeting meeting meeting (gimana bisa punya anak, klo meeting mulu ya? wkwkwkw). Akhirnya karena kesal si Rendy selalu lebih mentingin meeting-nya dibandingin Mae-istrinya sendiri-, Mae pun marah dan kabur dari rumah ke rumah orangtuanya.

Di rumahnya, Babe Mardi (Jaja M.) sangat amat ngedukung Mae buat ceraiin si Rendy, tapi Bu Mardi (Meriam B.)-nyokap si Mae-masih ngga setuju. Karena keras kepala, Mae pun tetap tinggal di rumah orangtuanya dan ngga mau balik ke rumahnya sendiri. Rendy pun ngga mau nyerah buat ngebujuk Mae balik ke rumah mereka, tapi karena ngga diijinin ma Babe-nya si Mae, maka Rendy pun nekat buat tinggal di rumah orangtua Mae dengan prinsip klo si Mae ngga mau tinggal bareng dia di rumah mereka, biar dia yang tinggal bareng Mae di rumah orangtua Mae.

Di rumah orangtua Mae inilah mulai timbul banyak masalah, mulai dari orangtua Mae yang doyan banget ikut campur urusan rumah tangga anaknya khususnya urusan di atas ranjang (waw!!! hahahaha), Mae yang ngeluh ke sahabat-sahabatnya tentang urusan ranjang (ribet banget ya nih urusan) sampai-sampai ngebuat Rendy malu sendiri dan mutusin buat ninggalin Mae di rumah orangtuanya.

Karena merasa bersalah, Mae pun pengen minta maap ke Rendy dengan cara dandan cantik dan nyamperin Rendy ke kantornya, tapi pas sampai di sana, yang dilihat Mae justru suaminya malah asyik mencium tangan cewek lain (Vivi-VJ Marissa) di dalam ruangannya, langsung aja si Mae minta cerai.

Karena Rendy sayang banget nih ya ma si Mae, jadinya dia minta tolong ke nyokapnya buat ke rumah orangtua Mae dan nyari jalan damai biar ngga usah ada yg namanya perceraian-perceraian, tapi sang nyokap GAGAL! Bukannya memperbaiki keadaan justru makin runyam. Keluarga Mae makin ngedukung Mae buat ceraiin Rendy begitu juga dengan keluarga Rendy.

Singkat cerita, ternyata si Mae hamil, Rendy yang tahu kabar itu segera nugasin Eman, Guntoro, dan Beni buat ngejagain Mae full 24 jam. Tapi karena saking sibuknya mereka bertiga ngurusin Mae, istri-istri mereka malah jadi sebel dan ngusir mereka dari rumah.

Karena mereka bertiga ngga mau diceraian duluan ma istri-istri mereka sebelum Mae dan Rendi bener-bener cerai, mereka pun mutusin buat ngebuat Mae dan Rendy rujuk lagi. Mulai dari ngatur pertemuan rahasia antara Mae-Rendy (backstreet gitu deh... hehehe) sampai akhirnya Mae dan Rendy rujuk lagi (tanpa sepengetahuan Babe tentunya), tapi ternyata pas acara 7 bulanan Mae, si Rendy kelihatan lagi bermesraan ma Vivi yang akhirnya ngebuat Mae marah besar dan bener-bener minta cerai...

Tapi, tepat hari itu juga ternyata merupakan waktu melahirkan Mae (ternyata dokternya salah diagnosis, Mae udah hamil 9 bulan bukan 7 bulan lagi, dasar dokter dodo*)

gimana akhirnya?

Mae dan Rendy bakalan cerai atau ngga?

pokoknya lo semua tonton aja nih pelem, bakalan ngakak abis (kecuali hormon kelucuan lo udah abis...)

*suddenly thinking about my future... hhmm... My Mr. R, where are u? :">

Labels: , , , , , , ,